Langsung ke konten

Semua merek impian Anda, kini ada di depan pintu Anda.

Sound Distribution - International

Teenage Engineering adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang seolah mengaburkan batas antara produsen alat musik dan kolektif seni modern. Didirikan di Stockholm pada tahun 2005, rumah desain Swedia ini telah dikenal secara global karena pendekatannya yang sangat inovatif terhadap peralatan musik elektronik—di mana bentuk sama dijunjung tinggi seperti fungsi. Produk-produk mereka tak terbantahkan: minimalis, playful, sangat teknis, dan seringkali sangat menyenangkan.

Terobosan mereka datang dengan OP-1, sebuah synthesizer, sampler, dan pengontrol portabel yang tampak seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah. Antarmukanya yang penuh warna dan ringkas menantang konvensi industri, mengundang eksplorasi, alih-alih intimidasi. Meskipun estetikanya seperti mainan, OP-1 terbukti menjadi alat produksi serius yang dianut oleh musisi, produser, dan desainer suara di berbagai genre—dari pop hingga noise eksperimental.

Teenage Engineering terus memperluas jangkauannya dengan produk-produk seperti OP-Z, sebuah sequencer multimedia yang mengintegrasikan musik, visual, dan kontrol pencahayaan DMX dalam kemasan mungil dan ultra-portabel. Seri Pocket Operator mereka—perangkat seukuran kalkulator yang menghasilkan suara synth yang mantap dan grit ritmis—menawarkan titik masuk yang lebih mudah diakses tanpa mengorbankan kedalaman sonik.

Baru-baru ini, para insinyur remaja telah terjun ke dunia kolaborasi, bekerja sama dengan IKEA untuk produk audio rumah, dan bahkan membantu merancang konsol genggam Playdate ultra-minimalis bersama Panic. Mereka juga menciptakan TX–6 (mixer portabel premium dan antarmuka audio) dan TP–7 (perekam pita digital), memperluas estetika mereka ke dunia rekaman portabel kelas atas.

Pada intinya, teknik remaja merepresentasikan etos yang menyegarkan dalam dunia teknologi musik: bahwa instrumen seharusnya menginspirasi bukan hanya dengan suara, tetapi juga dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan rasa bermain. Peralatan mereka tidak hanya mengajak Anda bermusik—tetapi juga menantang Anda untuk menemukan kembali cara Anda berpikir tentangnya.

Membandingkan (0/5)

70 produk

teknik remaja

Teenage Engineering adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang seolah mengaburkan batas antara produsen alat musik dan kolektif seni modern. Didirikan di Stockholm pada tahun 2005, rumah desain Swedia ini telah dikenal secara global karena pendekatannya yang sangat inovatif terhadap peralatan musik elektronik—di mana bentuk sama dijunjung tinggi seperti fungsi. Produk-produk mereka tak terbantahkan: minimalis, playful, sangat teknis, dan seringkali sangat menyenangkan.

Terobosan mereka datang dengan OP-1, sebuah synthesizer, sampler, dan pengontrol portabel yang tampak seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah. Antarmukanya yang penuh warna dan ringkas menantang konvensi industri, mengundang eksplorasi, alih-alih intimidasi. Meskipun estetikanya seperti mainan, OP-1 terbukti menjadi alat produksi serius yang dianut oleh musisi, produser, dan desainer suara di berbagai genre—dari pop hingga noise eksperimental.

Teenage Engineering terus memperluas jangkauannya dengan produk-produk seperti OP-Z, sebuah sequencer multimedia yang mengintegrasikan musik, visual, dan kontrol pencahayaan DMX dalam kemasan mungil dan ultra-portabel. Seri Pocket Operator mereka—perangkat seukuran kalkulator yang menghasilkan suara synth yang mantap dan grit ritmis—menawarkan titik masuk yang lebih mudah diakses tanpa mengorbankan kedalaman sonik.

Baru-baru ini, para insinyur remaja telah terjun ke dunia kolaborasi, bekerja sama dengan IKEA untuk produk audio rumah, dan bahkan membantu merancang konsol genggam Playdate ultra-minimalis bersama Panic. Mereka juga menciptakan TX–6 (mixer portabel premium dan antarmuka audio) dan TP–7 (perekam pita digital), memperluas estetika mereka ke dunia rekaman portabel kelas atas.

Pada intinya, teknik remaja merepresentasikan etos yang menyegarkan dalam dunia teknologi musik: bahwa instrumen seharusnya menginspirasi bukan hanya dengan suara, tetapi juga dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan rasa bermain. Peralatan mereka tidak hanya mengajak Anda bermusik—tetapi juga menantang Anda untuk menemukan kembali cara Anda berpikir tentangnya.